setelah 4 taun kuliah ngas nges ngos di cap gajah, saya jadi menarik suatu kesimpulan atas studi yang saya ambil, dan memahami maknanya sedikit demi sedikit membantu saya memperjelas peran yang ingin saya isi.
buat saya, desain adalah spirit yang menggetarkan saya sebagai pribadi, karena desain berarti kreasi sebuah nilai baru yang memimpin ke sebuah masa depan yang juga baru. mendesain menurut saya haruslah mampu melampaui ekspresi pribadi, tidak hanya merefleksikan sesuatu yang trendi, tidak juga berupa pameran dari kegiatan teknisi.
jadilah disini saya sekarang, mencoba berperan untuk berkarya dan berani menampilkan sebuah karakter diri yang mencerminkan budaya bangsa saya juga melalui perenungan yang sangat dalam akan esensi desain. sebuah desain yang mudah dimengerti dan bernilai tinggi akan mampu menggerakkan hati setiap orang.
saya ingin...
Selasa, 18 Desember 2007
Selasa, 20 November 2007
i admit that, honey
pastinya saya ngibul kalo bilang, saya ga pernah merasa cemburu.
saya ngomong (red-nulis) yang sebenar benarnya kalo mengaku bahwa saya ga pernah merasakan cemburu intens seperti sekarang ini. bisa dibilang, cemburu itu sesuatu reaksi negatif terhadap ancaman nyata atau ancaman yang dibayangkan terhadap hubungan cinta cintaan. anehnya, cemburu saya kebanyakan datang dari perasaan terancam karena imajinasi sendiri, dan ini makin menjadi jadi.
nah, benarkah eh benarkah kalo cemburu itu merupakan indikator rasa cinta?
saya cemburu dan bisa menjadi sangat kekanakkan...sesuatu yang belum pernah terjadi pada diri saya sebelumnya.
saya cemburu dan bisa menjadi sangat kekanakkan...sesuatu yang belum pernah terjadi pada diri saya sebelumnya.
Senin, 08 Oktober 2007
meranggas
bandung panasnya menggila lho ini, jangan ditanya berapa kacaunya temperatur kalo siang yang pasti pagi buta aja udah bisa bikin kipas kipas kegerahan. mandi jadi sesuatu yang istimewa akhir akhir ini secara saya mandi cuma kalo buat keluar rumah aja ( itupun kadang hanya Tuhan yg tau kapan saya mau)
jadi kalo biasanya pagi jam 8an saya jogging disekitar kompleks, sekarang ini saya harus agak berserah diri untuk bangun lbh awal sekitar jam 7 atau setengah 6 hanya untuk menghindari matahari yg panasnya udah kaya obor disorot ke muka, ampun ampunan deh. mungkin oke buat pembakaran kalori tapi engga buat kelangsungan sel sel kulit (ayayayaya, sejak kapan saya peduli beginian ya?)
...
(ayayayaya, sejak kapan saya peduli beginian ya?)
...
sejak, mood semua orang dirumah ini memburuk dan mereka menyalahkan cuaca.
lho??
gini, seringnya sih ibu saya yg ngomel ngomel duluan lalu omelannya menular pada adik saya lalu kelinci saya entah gimana ikut2an ngomel dengan caranya sendiri--kemudian mereka bergelimpangan di lantai, satu satu dengan asiknya menye menye. bikin saya ikutan males dan akhirnya ngomel ngomel juga karena harusnya saya ngurusin hal lain selain tiduran dilantai dengan pintu terbuka yg bawa angin semriwing masuk.
panas bikin panas, ya hati ya badan ya perasaan...
padahal saya bakal mudik ketempat2 gerah tak manusiawi sehabis lebaran ntar
tasik-cirebon-palembang, what a roadtrip!
terakhir kepalembang walo banyak bergelimpangan makanan, tapi saya tetep ga sukses nyembunyiin mood jelek gara2 panas. itu pasti banyak yg jadi pikiran--males keringetan lah, males mandi lagi lah, males seseknya lah, males kipas kipas lah dan lain lain.
panas bikin males
huuuuuu
jadi kalo biasanya pagi jam 8an saya jogging disekitar kompleks, sekarang ini saya harus agak berserah diri untuk bangun lbh awal sekitar jam 7 atau setengah 6 hanya untuk menghindari matahari yg panasnya udah kaya obor disorot ke muka, ampun ampunan deh. mungkin oke buat pembakaran kalori tapi engga buat kelangsungan sel sel kulit (ayayayaya, sejak kapan saya peduli beginian ya?)
...
(ayayayaya, sejak kapan saya peduli beginian ya?)
...
sejak, mood semua orang dirumah ini memburuk dan mereka menyalahkan cuaca.
lho??
gini, seringnya sih ibu saya yg ngomel ngomel duluan lalu omelannya menular pada adik saya lalu kelinci saya entah gimana ikut2an ngomel dengan caranya sendiri--kemudian mereka bergelimpangan di lantai, satu satu dengan asiknya menye menye. bikin saya ikutan males dan akhirnya ngomel ngomel juga karena harusnya saya ngurusin hal lain selain tiduran dilantai dengan pintu terbuka yg bawa angin semriwing masuk.
panas bikin panas, ya hati ya badan ya perasaan...
padahal saya bakal mudik ketempat2 gerah tak manusiawi sehabis lebaran ntar
tasik-cirebon-palembang, what a roadtrip!
terakhir kepalembang walo banyak bergelimpangan makanan, tapi saya tetep ga sukses nyembunyiin mood jelek gara2 panas. itu pasti banyak yg jadi pikiran--males keringetan lah, males mandi lagi lah, males seseknya lah, males kipas kipas lah dan lain lain.
panas bikin males
huuuuuu
Minggu, 30 September 2007
namanya mamoru
cinta pertama saya adalah tokoh kartun pemeran sampingan bernama mamoru chiba dan disaat genting, dia menampakkan sisinya yg lain --taxido mask,memakai tuxedo perlente dan jubah hitam yang bergoyang di kegelapan malam.saya selalu merasa dialah sesungguhnya obsesi.
apa yang saya asumsikan mengenai dirinya adalah harapan kanak kanak saya. mamoru chiba saya lihat sebagai lelaki dewasa,dengan selera humor dan family man (saya akui, sekarang ini alasan saya pertama kali tertarik pada lawan jenis adalah kemampuan humornya yg diatas rata2 dan penyayang keluarga sejati)
lalu ketika ia menjadi taxido mask, keinginannya yg kuat untuk melindungi, kuat dan dapat diandalkan bikin saya terpana banget.
jadi, benarkah saya masih mencari cari sosok taxido mask untuk saya? hmmm,konyol
delete
kemarin saya terjaga, setengah malam saja--namun tampak selamanya. menimbang-nimbang, apakah ingatan akan semudah ini saya hapus lalu direlakan pada masa lalu? menjadi setapak yang telah saya lewati bersamanya, meski tak pernah sampai pada ujung jalan.
masih memikirkan.
akhirnya satu satu saya hapus sekian sms yang sudah saya kumpulkan sejak pertama kali mengenalnya, tidak rela, tidak ragu.
hati saya sakit.
dia dan caranya entah mengapa seperti mengabaikan kedukaan saya, beralih sok tahu dan merasa paling tahu. saya terintimidasi.
sampai tadipun masih ada sepuluh lusin sms tersisa--hapus,hapus,hapus. urusannya beres sampai disitu? tidak. nenek nenek lacurpun paham bahwa menghilangkan ingatan tak semudah menciptakannya. ada yang menyapa, minum teh sore bersama diserambi namun tidak pamit pulang. begitulah memori itu.
masih memikirkan.
akhirnya satu satu saya hapus sekian sms yang sudah saya kumpulkan sejak pertama kali mengenalnya, tidak rela, tidak ragu.
hati saya sakit.
dia dan caranya entah mengapa seperti mengabaikan kedukaan saya, beralih sok tahu dan merasa paling tahu. saya terintimidasi.
sampai tadipun masih ada sepuluh lusin sms tersisa--hapus,hapus,hapus. urusannya beres sampai disitu? tidak. nenek nenek lacurpun paham bahwa menghilangkan ingatan tak semudah menciptakannya. ada yang menyapa, minum teh sore bersama diserambi namun tidak pamit pulang. begitulah memori itu.
Minggu, 23 September 2007
percakapan diare
setelah obrolan petang di meja makan, dengan perut yg tak terlalu kenyang dan secangkir teh panas agak dingin untuk diminum -- saya mengakui bahwa,kisah yang saya dengar barusan tidak akan pernah menjadi membosankan atau terlalu tua untuk saya ingat.
bagaimana dengan senyum tertahan,ibu saya menceritakan bahwa saya menjadi pencarian seisi rumah ketika berusia 4 tahun tidak ada dirumah pada waktu malam --saya heran, kenapa sebelumnya ketidakberadaan saya engga disadari-- ternyata kebiasaan saya bepergian sendirian,penuh kemandirian, berkunjung kerumah tetangga, menyapa mereka dan pulang dengan membawa pakaian baru dari ibu rumah tangga kegenitan adalah kepribadian saya yang murni. saya emang suka melonyor pergi dan percaya diri akan baik-baik saja walaupun cuma sendiri. dari dulu saya menikmati sendirian, tanpa takut merasa kesepian.
selama tiga bulan penuh saya pernah dirawat kerabat karena ibu saya melakukan pelatihan diluar kota dan ayah (tiri) saya angkat tangan ngurusin saya seharian --belum lagi sebenarnya pada awal-awal tahun usia saya, saya diasuh oleh nenek-- jadi terkadang saya merasakan betapa kasih sayang yang saya peroleh tidak pernah lengkap dari dulu hingga kini. ada kekesalan tentu saja, karena hari-hari masa kecil saya memang tidak selamanya memiliki saat-saat penuh cinta --yang selalu, katakanlah mendambakan pillow talk, ciuman selamat malam dan kata "aku cinta kamu"--
namun, kekesalan itu tidak berlangsung lama saat saya mengetahui seseorang sedang berusaha menebusnya. menebusnya dengan doa dan harapan meminta agar saya menjadi manusia yang bahagia.
mendengarkan ibu saya bercerita bagaimana ia setiap malam, dalam tahun2 akhir kehamilannya selalu membacakan surat maryam untuk kandungannya.lalu usahanya untuk membuatkan lesung pada pipi saya dengan bantuan bawang putih lalu kengerian saya karena saya nyaris gak beralis kalau saja ia tidak rajin mengoleskan minyak kemiri pada sibakal calon alis.serta urusan-urusan lain dimana ia memperhatikan setiap detail--menjemur saya dengan rutin, gemes karena rasa ingin tahu saya yang bisa bikin repot,geli karena pertanyaan2 bodoh saya yang nampak seperti orang kampung,kerewelan saya yg bisa menjemukan, dan lain lain dan lain lain--
saya pikir, kenapa saya banyak menghabiskan waktu untuk memikirkan sesuatu yang memang tidak pernah ada dan bukannya bersyukur akan sesuatu yang nyata dan sudah ada --selalu ada--
saya punya kenangan tentang itu, dan saya memilikinya hingga sekarang.
adalah ibu saya.
bagaimana dengan senyum tertahan,ibu saya menceritakan bahwa saya menjadi pencarian seisi rumah ketika berusia 4 tahun tidak ada dirumah pada waktu malam --saya heran, kenapa sebelumnya ketidakberadaan saya engga disadari-- ternyata kebiasaan saya bepergian sendirian,penuh kemandirian, berkunjung kerumah tetangga, menyapa mereka dan pulang dengan membawa pakaian baru dari ibu rumah tangga kegenitan adalah kepribadian saya yang murni. saya emang suka melonyor pergi dan percaya diri akan baik-baik saja walaupun cuma sendiri. dari dulu saya menikmati sendirian, tanpa takut merasa kesepian.
selama tiga bulan penuh saya pernah dirawat kerabat karena ibu saya melakukan pelatihan diluar kota dan ayah (tiri) saya angkat tangan ngurusin saya seharian --belum lagi sebenarnya pada awal-awal tahun usia saya, saya diasuh oleh nenek-- jadi terkadang saya merasakan betapa kasih sayang yang saya peroleh tidak pernah lengkap dari dulu hingga kini. ada kekesalan tentu saja, karena hari-hari masa kecil saya memang tidak selamanya memiliki saat-saat penuh cinta --yang selalu, katakanlah mendambakan pillow talk, ciuman selamat malam dan kata "aku cinta kamu"--
namun, kekesalan itu tidak berlangsung lama saat saya mengetahui seseorang sedang berusaha menebusnya. menebusnya dengan doa dan harapan meminta agar saya menjadi manusia yang bahagia.
mendengarkan ibu saya bercerita bagaimana ia setiap malam, dalam tahun2 akhir kehamilannya selalu membacakan surat maryam untuk kandungannya.lalu usahanya untuk membuatkan lesung pada pipi saya dengan bantuan bawang putih
saya pikir, kenapa saya banyak menghabiskan waktu untuk memikirkan sesuatu yang memang tidak pernah ada dan bukannya bersyukur akan sesuatu yang nyata dan sudah ada --selalu ada--
saya punya kenangan tentang itu, dan saya memilikinya hingga sekarang.
adalah ibu saya.
Selasa, 11 September 2007
timeless
seberapa jauh keinginan saya untuk mati dan betapa saya mencari alasan untuk tetap hidup, tak ada satupun memuaskan kegilaan ini.
jadi saya memilih,
untuk...
jadi saya memilih,
untuk...
Langganan:
Postingan (Atom)