Selasa, 03 Februari 2009

world needs us

Suatu pagi di Bandar Lampung, menjemput seseorang di bandara . Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak. Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..
"Your country is so rich!" Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu.. " Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia " "Everything can be found here in Indonesia, u dont need d world" "Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia !" " Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia. 500.000 orang Indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang yang masuk ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia , ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang Indonesia semua yang berobat." "Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing."

"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di Singapura dan malaysia ? kalian di indonesia dengan mudah dapat beras" "Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia . Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri"

"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia ? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut kalo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2 kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri." "Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world..."

Sebenarnya pendapat ini sudah dikemukakan Petter F Gontha, disaat awal krisis ekonomi di tahun 95'an yang lalu. Saat itu Gontha menyatakan bahwa Indonesia adalah negara paling kaya di dunia. Timur Tengah hanya punya minyak, Rusia hanya punya gas, Australia hanya punya ternak dan buah-buahan. Tapi lihatlah Indonesia, punya semuanya, minyak, gas, kayu, rotan, hortikultura, kedelai, jagung, coklat, kelapa sawit, ikan, ternak, dan sebagainya.

Hanya satu yang belum dipunyai oleh Indonesia "otak". dan menggunakannya dengan "hati"

Minggu, 01 Februari 2009

we just dont care


reminiscing with this song... i miss those moment when you're playing that bass guitar only for me and i was singing along. 
we didn't need melody, it was just you and me.


lets go to the park...i wanna kiss you underneath the stars...
maybe we go to far...

Kamis, 22 Januari 2009

dongeng bangun tidur

hari itu sangat cerah tidak seperti biasa...si piki dan si popo piknik di pinggir sungai, diantara rerumputan dan angin yang membelai. "cerah ya?" kata si piki, "iya" sahut si popo.

"mumu tau ga si piki sama si poko itu apa?"
"huummm, cacing sama siput kechu?"
"hihihi, nyalis...si piki itu kancing, si popo itu peniti"

ditengah kesantaian yang nyaman, tibatiba di sisi sungai sebelah sana, terdengar suara dentuman. seperti sesuatu jatuh dari langit. DEBUUUUMMM. si piki dan si popo mendapati bulan terdampar di bumi, kebingungan dan murung. "aku kenapa bisa ada si sini?" tanyanya. namun, si piki dan si popo samasama tak tahu. 

"uhhh, bulannya jatuh...debun...kasian >_<"
"iyah, debun mumu...chuu"

si piki bertanya pada matahari "hei matahari, tahukah kamu kenapa si bulan bisa jatuh?". matahari tidak menjawabnya, malah bersinar makin cerah. bulan mengeluh "tidak ada yang bisa menolongku", si popo berkata "tenanglah,kami akan membawamu kekota dan membantumu supaya dapat kembali kelangit". siang hampir sore, si piki si popo serta rembulan pulang ke kota melewati padang rumput.

"pu, mereka jalan pake apa? emang punya kaki? hihihi"
"hihihih, iya yah...pake apa ya? >_< "

hari sebetulnya akan usai, namun matahari masi bersinar terang. tidak ada lagi malam tanpa si bulan. 

"uuhhh, jadinya malem telus ya pu?"
"iya luchun..."

si bulan merenung,dia ingin sekali kembali kelangit dan menerangi malam untuk orang-orang. namun perasaannya masih tidak keruan. sementara itu makin lama, orang-orang semakin lupa untuk berhenti dari aktivitasnya, mereka lupa beristirahat dan tidur. karena setiap hari adalah siang.
orang-orang sangat kelelahan, mereka bertanya-tanya mengapa hari terus siang. mereka butuh malam, mereka butuh berhenti sejenak untuk mengumpulkan energi. dan seisi kota dipenuhi oleh orang-orang yang nyaris gila.

si piki dan si popo bertanya pada bulan "hai bulan, apa yg kamu rasakan sekarang?" bulan menjawab lirih" aku selalu tidak dipedulikan...semua orang lebih menyukai siang daripada malam. semua orang lebih suka bekerja daripada beristirahat. mereka lebih membutuhkan matahari makanya aku tidak disukai dibumi maupun dilangit. aku tidak berarti apa apa."

"ya ampun, si bulannya rendah diri >_<"
"iya mu, karena perasaan rendah diri itulah yang bikin si bulan terjatuh"
"padahal kalo orang2 gabisa istilahat kan gabisa tidul. kalo ga bisa tidul gabisa mimpi indah. uhhh, padahal mumu pengen sekali mimpiin pupu malem ini :( "
"hihihhihi, iya ya mu ya?"

si piki dan si popo berpandangan. si popo berkata "bulan,kamu salah...lihatlah kami semua. tanpa malam kami tidak bisa bermimpi indah. malam kami menjadi indah karena kamu meneranginya. kamu tidak boleh berpikiran seperti itu"
"benarkah?" tanya si bulan. "iya, karena pikiranmu sendiri kamu terjatuh" si piki dan si popo menangguk berbarengan. 

"puuu, emang si piki dan si popo ga jadi gila juga?"
"hihi,mereka kan pengecualian kechu, kalena luchu sepelti mumu"
"tapi mumu kan bukan kancing maupun peniti..."

raut wajah bulan berubah, lalu dia menemukan keyakinan dalam hatinya. tibatiba sang bulan mengambang ke udara...makin lama makin tinggi seiring dengan munculnya kepercayaan diri. mengambang...
mengambang...
mengambang...
mengambang pulang kelangit...

kini hari mendapat malam, matahari dan bulan bertukar peran. 

"uuhhh pupu, bulannya udah ga sedih lagi ya?"
"iya, makanya dia bisa mengambang dan bisa pulang kechu..."
"jadi dia jatuh kalena pikirannya sendili ya pu?"
"iyah, karena pikiran jahatnya tentang dirinya sendiri. bukan karena lingkungannya, bukan karena disekitarnya. karena itu dia harus menghormati keberadaannya di malam hari kechu"
"huummm...luchunya dongeng pupu"
"sini peluk..."



--bangun tidur, perasaan tak menentu. mencari pupu di list yahoo messenger--

Selasa, 13 Januari 2009

dari rumi untuk mama

Kau sudah banyak menderita…
Tetapi kau masih terbalut tirai
Karena kematian adalah pokok segala
Dan kau belum memenuhinya
Deritamu takkan habis sebelum kau mati
Kau takan meraih atap tanpa menyelesaian anak tangga
Perahu yang sudah hancur berpuing-puing
Akan menjadi matahari di lazuardi, karena kau belum mati
Deritanu akan berkepanjangan..
Padamkan dirimu diwaktu fajar, arahkan tombakmu pada dirimu, hancurkan dirimu...
Karena mata tubuh seperti kapas ditelinga...
Wahai kau yang memiliki ketulusan...
Jika ingin terbuka tirai...pilihkah kematian dan sobekan tirai...
Kematian adalah perubahan untuk masuk kedalam cahaya.

Rabu, 07 Januari 2009

wonderful

i woke up this morning, and you're the first thing on my mind...thank you sweetheart, for the good news you gave to me.
i love you...

Kamis, 01 Januari 2009

life is such an extrem reality show

seorang wanita histeris. hasil test DNA menyatakan bahwa 5 dari lelaki dibawanya ke acara itu tak satupun dari mereka adalah ayah bayinya. bahkan suaminya pun bukan ayah bayi mereka. jelas,wanita itu telah melakukan affair beberapa kali,mengkhianati suaminya. tak jelas, sampai sekarang siapa ayah bayi mungil itu. bukan suaminya,bukan pula keempat lelaki sisanya.

huumm...mengharukan? engga sama sekali. diluar pesan yang bermaksud disampaikan oleh acara ini,menurut saya attitude para pelakon --si wanita,si priapria,si pembawa acara (kadang) APALAGI si penonton-- bikin esensi acara ini jadi tampak seperti pure hiburan semata. memang begitu kan seharusnya?

banyak fenomena tentang terjadinya perselingkuhan, affair kesana kemari,hamil diluar nikah dengan lelaki X lalu diangkat ke ruang publik dan disajikan dengan kemasan reality show membuat drama kehidupan semakin menggiurkan untuk ditonton. betul betul mengundang selera. menaikkan rating. tanpa bermaksud mengecilkan arti, suksesnya reality show semacam ini, somehow is due to its ability to provide schadenfreude dengan memuaskan hasrat penonton menyaksikan orang lain humiliated.

come,on. do we watch reality television for precious insight into the human condition?????
Please. we watch for those awkward scenes that make us feel a smidge better about our own little unfilmed lives.

reality shows as substitute for scripted drama. kita mungkin mulai menghadapi era kematian drama artifisial, hal ini karena dalam reality show kita dapat melihat orang bertingkah natural yang sesuai dangan harapan penonton dalam cara yang bahkan aktor berbakat pun tak mampu mencapainya.

ok, there's a question. bagaimana bila apa yang ada dalam reality show itu sendiri adalah sebuah drama rekayasa buatan manusia?

itu salah satu kasus.

ada lagi, dalam pandangan beberapa analisis, reality show telah menjadi fenomena politik. dalam beberapa negara, voting dalam reality television merepresentasikan the first time many citizens have voted in any free and fair wide-scale elections. kejujuran dan situasi yang apa adanya dalam seting sebuah reality show terkadang merupakan isu tabu dalam beberapa kebudayaan ortodoks. contoh; reality show macem indonesia idol punya versi lain di salah satu negara arab menjadi Star Academy Lebanon yang menunjukkan budaya hidup bersama antara peserta lelaki dan perempuan.
di cina, babak final acara Super Girl ( versi lain dari pop idol khusus untuk wanita) mampu mengikutsertakan sekitar 400 juta penonton dan 8 juta pemilihan melalui sms yang akhirnya menuai kritik dari pemerintah cina, tentang adanya upaya democratic nature dan excessive vulgarity yang tersirat dalam acara itu ( secara cina itu komunis)

reality show is the liveliest genre on the set right now. It has engaged hot-button cultural issues --class, sex, race-- that respectable television... rarely touches.

Selasa, 30 Desember 2008

oh, you're so cold

ga betah sama cuaca panas, bukan berarti dikasih dingin juga bahagia damai sentosa. apalagi kalo dinginnya sampe minus duabelas derajat ditengahsiang dan saya dalam kondisi harus mautamau-sukatasuka keluar rumah, apa bukan bermain api namanya?saya mesti belanja buat isi kulkas, demi kesejehteraan perut dan demi menekan rasamalu agar tidak demikian mengembang dari kebiasaan saya numpang "makan" dikamar tetangga :D.
ini suwer takewer gabisa ditawartawar lagi kaya nawar harga cabe dipasar,harus hari ini, soalnya besok libur taun baru sampe wiken dan berbuntut panjang baru buka senin depan. tidak ingin tertipu kaya geger liburan natal kemaren, jadilah saya maksain diri ngangkat pantat ngesot ke atrium.

lamaran suhu cuaca ga saya percaya dengan sungguhsungguh soalnya langit tampak cerah dan ramah, makanya saya kegirangan banget soalnya bisa jadi bisa jemur cucian (ga kontekstual) ,lagipula terakhir saya percaya sama lamaran suhu udara itu, saya merasa sedikit dikibuli soalnya udara mendadak menghangat padahal lagi dalam keadaan berpakain lengkap, jadi aja kegerahan.

ketika memutuskan buat keluar, sibodoh ini lupa (apa sok gaya) pake celana panjang dalem buat menepis dingin,lupa pake sarung tangan, lupa pake topi,lupa pake syal,dan lupa ingin terhindar dari mati kedinginan. satusatunya yang galupa dibawa cuma kunci kamar, kantong plastik dan dompet (ng, itu tiga macem deng...)
keluar kamar masih tahan, masih tahan, jaaah, pake piyama juga kuat ini sih...
pas sampe lobi asrama, masih tahan...ck segini doang...
keluar pintu lobi...ternyata, anginnya bikin ingus beku sekelibat. ga nanggung. mau masuk lagi, malu sama cctv >_<

masih ngusahain jalan nih, sambil gemeletukan gigi berusaha sebisa mungkin ngumpet dibalik kerah coat yang lumayan menyembunyikan telinga. sambil jejingkrakkan menghangatkan tubuh senatural mungkin (karena males dikirain hyper sama orang).
duhhhhhhhhh!!! padahal dari asrama ke atrium itu cuma sejengkal (kalo dipeta skala 1:300) tapi dinginnya beneran bikin matigaya jadi ga nyampenyampe. padahal tinggal belok kanan dan nyebrang jalan, masuk keparkiran sepedah, nyampe deh pintu masuk atrium. mau jalan salah, diem lebih salah (karena ngalangin orang lewat)

udah gitu dalam keadaan maju takmau mundurpun enggan tibatiba disusul sama neneknenek dari belakang, sinenek bawa tongkat, keranjang sayuran dan pake tas yang mecing sama coatnya. tidak lupa topi bulu yang lucu. jalannya nyaris kaya siput (saking pelan) tapi si nenek udah bisa nyebrang jalan, santai, dan lagi lewatin parkiran menuju atrium...

gilak dah, determinasi gue ke atrium dikalahin sama neneknenek... T_T

lain kali yah, saya harus berikrar dalam hati untuk lebih beriman sama prakiraan suhu udara dan ga bakal mainmain keluar tanpa pake busana yang appropiate...