Senin, 04 Mei 2009

waiting's suck! it takes ages

Pagi ini absen lari atau sekedar jalan kaki. selain karena cuaca tampak ga menggairahkan buat diintimi, badan ini juga kayanya ga ngasih restu buat diajak olahraga. sial... padahal hari ini pengen sekali jalan ke ilm park dan nengok sport center siapa tau diajak latihan gymnastik lagi sama si Fred, hahaha. oh yeah, buat orang-orang dengan kapisitas energi berlebih seperti saya ini, jungkir balik akrobatik itu sebagai salah satu metoda pereda euforia.

terus ngapain?
mau ke pepustakaan juga ogah-ogahan...
pasti ini karena abis ngecek email dan ga mendapati email dari kantor sehubungan tentang kejelasan IND. waiting's suck!

mau beres-beres kamar juga tiba-tiba seret...
pasti ini karena abis ngecek email dan ga mendapati email dari kantor sehubungan tentang kejelasan IND. waiting's suck!

mau siksen juga ga napsu...
pasti ini karena abis ngecek email dan ga mendapati email dari kantor sehubungan tentang kejelasan IND. waiting's suck!

bahkan mau nulis disini pun kok rasanya sendu sekali...
pasti ini karena abis ngecek email dan ga mendapati email dari kantor sehubungan tentang kejelasan IND. waiting's suck!

DOOOOOOOOH!

oiyah, dan pupu masi di sabang...saya jadi cuti gelendotan :(

Sabtu, 02 Mei 2009

today's words

aku percaya Tuhan sang Pembolak-balik hati. tapi, sungguh aku tak paham kalau Dia Yang Maha Pengasih itu "telah" menggariskan kodratmu untuk selalu terpisah dari orang-orang terkasih yang dicintai dan mencintaimu. Dia memang sedikit pecemburu, tapi tak cukup kejam untuk melakukan itu. Kau dapat meyakini ini dengan membaca kisah pertemuan Adam dan Hawa di Jabal Rahman. Kalaupun kau takut dengan takdir pertemuan, maka adanya perpisahan, hendaknya mengingat perkataan Muhammad Iqbal dalam Javid Nama; Bahwa takdir sesungguhnya adalah kebebasan kreatif manusia yang diberikan Tuhan agar manusia dapat menghargai sesuatu yang sia-sia.

vorbei ist vorbei

heran, kenapa ya ada orang yang suka repot-repot mempersulit dirinya? terlihat ingin begitu susah dan malah menularkan pikiran jahat... padahal drama itu pada akhirnya hanya akan membenamkan kaki dia di adukan beton, memberati ayunan langkahnya...
mungkin bagi mereka yang seperti itu, menderita adalah cara jitu untuk mem"promosikan" dirinya? menarik simpati dari orang-orang dan meraup penggemar yang berempati? oh, well...mudah-mudahan ga begitu deh. karena semestinya sesuatu yang dibelakang itu hanya bisa ditengok sesekali, bukan malahan dikunjungi berkali-kali. percuma dong hidup sampe hari ini kalau terjebak melulu sama masa lalu. sesakit apapun itu...

(ada temen saya yang sekarang sudah merasa keren, padahal dulunya dia merasa begitu awut-awutan, rajin mengeluh, gemar membandingkan dan berpikir bahwa Tuhan tak adil padanya dengan masalah yang di'hadiah'kan bertubi-tubi. hingga akhirnya dia menyadari bahwa sudah saatnya dia mengubah caranya untuk bereaksi terhadap masalah, salah satunya adalah dengan berpikir positif...)

spot jumpalitan




gila, kenapa ya...
untuk mengisi waktu itu rasanya membosankan sekali...
gila,gila...
jadinya saya suka sekali gulinguling di bebukitan ini
garagara mati gaya

Jumat, 01 Mei 2009

ketemuan via yeem

"nakal sekali sih mumu... celiwis..."

"uuuhh, tapi kenapa sih blablablablablablablablabla, kenapa sih blablablabla..."

"..."

"pupuuuuuuuu...pupuuuuuuuuu *manggilmanggil..."

"ini pupu disini..."

"*mengulang keluhan yang sama*"

"culiwis..."

" :(( huweeeeeeeee... *lalilali* *aw jatuh* "

"*sampeli* *pungut* *usepusep* nakalnya yang luchu aja, jangan nakal jahat, nulut sama pupu mau?"

" *meooooon* "

" uuuuuhhhhh... *kegemeshan* "

masih bersama

"terimakasih, sudah mengenal anak nakal ini,dan telah jatuh cinta dengannya dari sejak itu..."

"terimakasih, untuk segala bahasa kasih sayang, tiada habis luchunya..."

"terimakasih, atas kekuatan keyakinan yang diajarkan tanpa keluhan..."

"terimakasih, ya...anak nakal ini jadi punya idola sekarang *cekikik..."

"terimakasih, selalu mempersembahkan gol futsal buat anak nakal ini..."

"terimakasih, dongeng bangun tidur yang menenangkan setelah mimpi buruk semalam..."

"terimakasih, menganggap anak nakal ini seseorang yang keren walau dengan cuil cuil disana sini..."

"terimakasih, karena ada, anak nakal ini tak pernah berhenti bersyukur..."

"...tidak pernah berhenti bersyukur..."

*tataptatap
*kunyakunyakunya
*uselusel
*lendotan
*peyuk
*unyeng
*tataptatap......................

:) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) :) 

Sabtu, 11 April 2009

dear dear

only God knows how much i miss him...