Senin, 08 Oktober 2007

meranggas

bandung panasnya menggila lho ini, jangan ditanya berapa kacaunya temperatur kalo siang yang pasti pagi buta aja udah bisa bikin kipas kipas kegerahan. mandi jadi sesuatu yang istimewa akhir akhir ini secara saya mandi cuma kalo buat keluar rumah aja ( itupun kadang hanya Tuhan yg tau kapan saya mau)

jadi kalo biasanya pagi jam 8an saya jogging disekitar kompleks, sekarang ini saya harus agak berserah diri untuk bangun lbh awal sekitar jam 7 atau setengah 6 hanya untuk menghindari matahari yg panasnya udah kaya obor disorot ke muka, ampun ampunan deh. mungkin oke buat pembakaran kalori tapi engga buat kelangsungan sel sel kulit (ayayayaya, sejak kapan saya peduli beginian ya?)

...
(ayayayaya, sejak kapan saya peduli beginian ya?)
...

sejak, mood semua orang dirumah ini memburuk dan mereka menyalahkan cuaca.
lho??

gini, seringnya sih ibu saya yg ngomel ngomel duluan lalu omelannya menular pada adik saya lalu kelinci saya entah gimana ikut2an ngomel dengan caranya sendiri--kemudian mereka bergelimpangan di lantai, satu satu dengan asiknya menye menye. bikin saya ikutan males dan akhirnya ngomel ngomel juga karena harusnya saya ngurusin hal lain selain tiduran dilantai dengan pintu terbuka yg bawa angin semriwing masuk.

panas bikin panas, ya hati ya badan ya perasaan...
padahal saya bakal mudik ketempat2 gerah tak manusiawi sehabis lebaran ntar
tasik-cirebon-palembang, what a roadtrip!

terakhir kepalembang walo banyak bergelimpangan makanan, tapi saya tetep ga sukses nyembunyiin mood jelek gara2 panas. itu pasti banyak yg jadi pikiran--males keringetan lah, males mandi lagi lah, males seseknya lah, males kipas kipas lah dan lain lain.

panas bikin males
huuuuuu

Minggu, 30 September 2007

namanya mamoru

cinta pertama saya adalah tokoh kartun pemeran sampingan bernama mamoru chiba dan disaat genting, dia menampakkan sisinya yg lain --taxido mask,memakai tuxedo perlente dan jubah hitam yang bergoyang di kegelapan malam.

saya selalu merasa dialah sesungguhnya obsesi.

apa yang saya asumsikan mengenai dirinya adalah harapan kanak kanak saya. mamoru chiba saya lihat sebagai lelaki dewasa,dengan selera humor dan family man (saya akui, sekarang ini alasan saya pertama kali tertarik pada lawan jenis adalah kemampuan humornya yg diatas rata2 dan penyayang keluarga sejati)

lalu ketika ia menjadi taxido mask, keinginannya yg kuat untuk melindungi, kuat dan dapat diandalkan bikin saya terpana banget.

jadi, benarkah saya masih mencari cari sosok taxido mask untuk saya? hmmm,konyol

delete

kemarin saya terjaga, setengah malam saja--namun tampak selamanya. menimbang-nimbang, apakah ingatan akan semudah ini saya hapus lalu direlakan pada masa lalu? menjadi setapak yang telah saya lewati bersamanya, meski tak pernah sampai pada ujung jalan.

masih memikirkan.

akhirnya satu satu saya hapus sekian sms yang sudah saya kumpulkan sejak pertama kali mengenalnya, tidak rela, tidak ragu.

hati saya sakit.

dia dan caranya entah mengapa seperti mengabaikan kedukaan saya, beralih sok tahu dan merasa paling tahu. saya terintimidasi.
sampai tadipun masih ada sepuluh lusin sms tersisa--hapus,hapus,hapus. urusannya beres sampai disitu? tidak. nenek nenek lacurpun paham bahwa menghilangkan ingatan tak semudah menciptakannya. ada yang menyapa, minum teh sore bersama diserambi namun tidak pamit pulang. begitulah memori itu.

Minggu, 23 September 2007

percakapan diare

setelah obrolan petang di meja makan, dengan perut yg tak terlalu kenyang dan secangkir teh panas agak dingin untuk diminum -- saya mengakui bahwa,kisah yang saya dengar barusan tidak akan pernah menjadi membosankan atau terlalu tua untuk saya ingat.
bagaimana dengan senyum tertahan,ibu saya menceritakan bahwa saya menjadi pencarian seisi rumah ketika berusia 4 tahun tidak ada dirumah pada waktu malam --saya heran, kenapa sebelumnya ketidakberadaan saya engga disadari-- ternyata kebiasaan saya bepergian sendirian,penuh kemandirian, berkunjung kerumah tetangga, menyapa mereka dan pulang dengan membawa pakaian baru dari ibu rumah tangga kegenitan adalah kepribadian saya yang murni. saya emang suka melonyor pergi dan percaya diri akan baik-baik saja walaupun cuma sendiri. dari dulu saya menikmati sendirian, tanpa takut merasa kesepian.
selama tiga bulan penuh saya pernah dirawat kerabat karena ibu saya melakukan pelatihan diluar kota dan ayah (tiri) saya angkat tangan ngurusin saya seharian --belum lagi sebenarnya pada awal-awal tahun usia saya, saya diasuh oleh nenek-- jadi terkadang saya merasakan betapa kasih sayang yang saya peroleh tidak pernah lengkap dari dulu hingga kini. ada kekesalan tentu saja, karena hari-hari masa kecil saya memang tidak selamanya memiliki saat-saat penuh cinta --yang selalu, katakanlah mendambakan pillow talk, ciuman selamat malam dan kata "aku cinta kamu"--
namun, kekesalan itu tidak berlangsung lama saat saya mengetahui seseorang sedang berusaha menebusnya. menebusnya dengan doa dan harapan meminta agar saya menjadi manusia yang bahagia.
mendengarkan ibu saya bercerita bagaimana ia setiap malam, dalam tahun2 akhir kehamilannya selalu membacakan surat maryam untuk kandungannya.lalu usahanya untuk membuatkan lesung pada pipi saya dengan bantuan bawang putih lalu kengerian saya karena saya nyaris gak beralis kalau saja ia tidak rajin mengoleskan minyak kemiri pada sibakal calon alis.serta urusan-urusan lain dimana ia memperhatikan setiap detail--menjemur saya dengan rutin, gemes karena rasa ingin tahu saya yang bisa bikin repot,geli karena pertanyaan2 bodoh saya yang nampak seperti orang kampung,kerewelan saya yg bisa menjemukan, dan lain lain dan lain lain--

saya pikir, kenapa saya banyak menghabiskan waktu untuk memikirkan sesuatu yang memang tidak pernah ada dan bukannya bersyukur akan sesuatu yang nyata dan sudah ada --selalu ada--
saya punya kenangan tentang itu, dan saya memilikinya hingga sekarang.
adalah ibu saya.

Selasa, 11 September 2007

timeless

seberapa jauh keinginan saya untuk mati dan betapa saya mencari alasan untuk tetap hidup, tak ada satupun memuaskan kegilaan ini.

jadi saya memilih,
untuk...

Jumat, 31 Agustus 2007

thumb was numb

setelah beberapa hari cukup merana lalu menjadi sangat merana gara2 jempol yg dampak bengkaknya ga kasian sama empunya tangan, akhirnya awal hari ini bisa dimulai dengan nulis pake jari jemari tangan kiri tanpa terlalu cemas si jempol bakal menimbulkan nyut2an seenak perutnya (jempol punya perut mot?)awalnya saya sama sekali ga punya ide ttg kenapa si jempol tiba2 bisa membengkak mengalahkan kebuntetan yg biasanya? oke,sering sih saya pletekin kalo lagi iseng ato cuma sekedar menggertak keheningan dengan suara pletekan sendi yg kaya ranting keinjek. tapi lebih seringnya, saya main2in si jempol cuma buat pamer sama beberapa teman ttg betapa lenturnya si jempol karena bisa melenting hingga ujungnya mencapai punggung tangan(betapa bangganya kau dengan keabnormalan itu, mot)mungkin dia kesal juga terus2an dijadikan komoditi penarik perhatian dgn bakat melentingnya itu (tapi ya jempol, jgn terlalu kepedean. semua jari saya rata2 emg bisa melenting seperti kamu, kok cuma kamu yg pasang aksi protes macam itu?)dan dia menemukan cara alami untuk bikin saya berhenti "mengutak ngatik"nya. engga sampai disitu dia membuat saya menyesal, setelah jempol saya pletekin, saya lentingin, saya pelintir,dia kemudian menimbulkan rasa nyeri-terus jadi ngilu-terus keliatan agak membengkak-terus saya kasih sedikit perhatian dgn pijitan icip icip sok tau-terus memerah dan bengkaknya bikin jempol saya kaya kena gajahan-terus saya pura pura ga panik walaupun si jempol menularkan aksi "protes"nya nyaris pd seluruh anggota jejarian tangan kiri.
cobaaaaaaaa bayanginnnnnnnn!!!!!!! si jempol yg bengkak,ngilu,kaku tiba2 bikin sebagian telapak tangan kiri saya membelot dengan ikutan terasa nyeri dan kesemutan. kerugiannya ga bisa dikalkulasikan, saya apes berat dgn kehilangan kemampuan menggenggam sesuatu secara sempurna. gabisa smsan pake dua jempol,gabisa megang gelas jus jumbo pake tangan kiri sambil megang barbel, gabisa mijit, gabisa nyetir dan mindahin gigi mobil,gabisa megang tali tas yg diselempangin di bahu kiri,gabisa buka lembaran buku,huhuhuhuhuhu. jadi fungsi jempol sudah tergantikan, saya coba pake jari tengah dan telunjuk untuk bikin tangan kiri tetep berguna (saya menjepit sesuatu dengan mereka. butuh usaha ekstra supaya barang yg saya pegang ga terjatuh atau --yg paling buruk-- menyenggol si jempol)
kecemasan berlipat, apa karena ligamennya aus? apa karena sendinya nyengsol? apa karena ada pembuluh darah yg rusak? apa karena dia memang ingin menghukum saya?
maafkan saya, jempol.
saya tampak seperti manusia lengkap padahal cacat tanpa dia memainkan peranannya. saya jadi thumbless. makanya alias jempol adalah ibu jari, ga heran karena ternyata pengaruhnya begitu besar buat menggerakkan sistem tangan kiri. dia menyatukan semuanya.dia yang "si pegang kendali" .bagaimana bisa menggenggam hanya dengan empat jari? (tanpa bermaksud mengecilkan arti jari yg lain lho ya,karena ga mungkin saya ngupil pake jempol)
lega sekali ternyata jempol ini udah ga terlalu mengkhawatirkan (meski penampilannya masih bulet kaya lontong)tadi malem saya panasin pake penghangat punggung dan rada pasrah kalo semisalnya si jempol masih pundung.
hufffff,mulai sekarang saya akan memperlakukan jempol dengan hati2 sebagaimana mestinya (dan berlaku buat jari2 yg lain) yah tapi sekali2 gapapa lah saya lentingin dan pletekin dikit2.
ya jempol?? (aduh, tiba2 dia berdenyut lagi)

Senin, 20 Agustus 2007

prolog:muntahan patah hati

akhir2 ini kayanya makin antisipasi ama kemungkinan2 patah hati. ada yang mengingatkan buat selalu bercermin pada apa yang pernah patah hati kontribusikan pada kesehatan emosional ini. lagi2 tahun lalu (tahun lalu tanggal segini lagi rawan2nya sama dampak jangka pendek patah hati) bikin hari ini rasanya penting banget buat disyukuri,hmmm. lega, rasanya lega.
apa yang waktu itu saya lakukan pertama kali ketika patah hati ya?

kalau sebagian sebagian orang akan tenggelam dalam kesedihan, membiarkan diri berenang2 dalam kedukaan, hati yang berkeping-keping menjadi alasan kegagalan dalam studi, pekerjaan dan kehidupan. seolah-olah gak ada lagi masa depan setelah hubungan cinta disudahi.
sebagian yang lain akan berusaha melupakan. menimbun perasaan dengan kerja dan kesibukan, dengan bonus kelelahan diakhir hari. rasa sedih dan kesepian hanya sempat terselip, sebelum lenyap dibaur lelap dan mimpi. semoga sakit hatinya ga mengejar sampe alam mimpi.
waktu itu saya menjalani keduanya. berusaha tegar menantang. atau justru menjadi rapuh luruh dengan air mata mengalir ga berujung. sampai akhirnya saya menemukan cara lain.
cara yang ketiga adalah menerima kenyataan. lalu ga berusaha melupakan. seorang teman pernah protes keras tentang hal ini.
"nggak berusaha melupakan? ah, justru melupakan itu adalah hal pertama yang gw pikir harus dilakukan" katanya.
ya, setelah patah hati, banyak yang ingin jadi amnesia. lupa segala hal yang berkaitan dengan mantan. karena tiba-tiba seluruh dunia dan kehidupan di dalamnya adalah tentang mantan. apa yang begitu sulit dari melupakan? well, because forgetting is a natural process created exclusively by God, so you just can't make it up. setiap kali kita ucapkan dalam hati "aku harus lupa!" ingatan akan melayang pada "harus melupakan apa?" dan kita akan terus ingat, ingat, ingat dan berharap menjadi amnesia.
yang paling menguras perasaan pada saat-saat patah hati adalah ingatan akan segala hal kecil. yang seketika membesar.
seperti muntahan emosi patah hati yang ga berujung bahkan ketika air mata terasa sudah mengering. hari2 itu dengan pedenya saya isi dengan ngeposting blog yang isinya curhatan seputar kegilaan masa2 putus, (bahkan seorang sahabat bisa merasakan auranya)depresi, gak semangat ngapa2in, susah berpikir positif dan hal2 lain yang nyelekit buat ulu hati.jadi, disini ada 4 postingan yang pernah saya post di blog fiendster lalu saya delete lagi karena ngerasa terlalu mengundang reaksi mantan waktu itu (sebenernya harapannya awalnya juga itu sih, tapi lama2 jadi ngerasa ga luci lagi)dan reaksi komentator bahwa saya patah hati dgn menyedihkan--
saya posting lagi buat menanggalkan segala kesan buruk yang saya terima dari diri saya akibat patah hati itu, apa salahnya dengan patah hati? dan apa salahnya dibagi2? hmm...