kalo Gondok itu sejenis makanan, mungkin bakal saya muntahkan langsung begitu tertelan. akibat reaksi yang luar biasa tanggapnya terhadap rasa yang memuakkan. namun kali ini rasanya amat menjengkelkan. dan saya terpaksa harus tidur tidak tenang setelahnya.
begini, biasanya tugas akhir semester perkuliahan saya itu rata-rata berupa paper untuk yang 3 credits seminar. mata kuliah yang mengeruk ekstra tenaga, pikiran, biaya dan mood (seperti desain) memiliki jumlah credits yang beragam; dari 6 sampai 21 credits. kadang-kadang dark age pun masih jaman. dosen ngasih tugas yang bobotnya ga sebanding dengan jumlah credits. semacem itulah.
nah, untuk mata kuliah lecture, biasanya mahasiswa ga bikin paper buat tugas akhir semester. melainkan dihadang sama exam yang bertubi-tubi--setidaknya begitulah standarnya.
lecture yang satu ini, dari awal saya udah curiga karena pembicaranya lebih dari satu orang-- gimana ntar mereka bikin soal buat ujian. bukan cuma itu, saya juga dengan dudulnya salah mengira; seharusnya "Simulating city" bukan "Stimulating city".
jadilah memang ini lecture dengan materi yang agak membingungkan. satu pertemuan untuk satu materi dan pembicara. asisten profesor berlaku sebagai moderator dan jadi orang yang kena pertanyaan "kuliah macam apa ini?" dari mahasiswa yang ambil inisiatif. sementara profesornya lebih sering datang terlambat dengan rambut acak-acakan (oh maafkan, saat itu sang profesor belum jadi pembimbing thesis saya >_< ).
dan, ternyata kita mesti bikin semacem paper dari salah satu materi perkuliahan sebagai ganti exam semester akhir.
eng ing eng.
gue gak bisa mbolos dong!
jelas, artinya kita harus tetep stay-tune di kelas dari jam 19.00-20.30 di malem winter. karena ga bakal ada sambungan materi dari minggu lalu untuk minggu sekarang dan minggu sekarang berlanjut ke minggu depan. semua dalam paket sehari.
sampai akhirnya, saya memutuskan buat ngambil satu topik tertentu untuk jadi bahan paper saya. topiknya tentang space syntax, dan kebetulan saya agak tertarik.
seperti biasa, sambil multitasking ngerjain tugas lain, saya cicil-cicil ngerjain paper ini. karena terus terang, bahan bacaannya juga ga mengada-ada banyaknya dan saya butuh waktu buat mengerjakan.
bagian gondoknya adalah; si teman saya ini, inisial V bangsa I, menyebut saya kurang efektif dalam bekerja.
iyalah, nyambi ini itu.
setelah saya mengumpulkan si paper, V tiba-tiba menyadari kalau dia sama sekali ga tau harus nulis apa. nah lo. begonya lagi saya, waktu dia bilang dia mau cari inspirasi lewat tugas yang sudah selesai saya buat, semerta-merta saya kasih tanpa perlawanan.
mana mungkin dia ngejiplak.
hahaha
sampai akhirnya, dua hari setelah itu saya penasaran ingin liat hasil kerjaan dia. dan ternyata lalalala, itu semua dia kopi paste begitu aja apa adanya. pas saya tanya, kenapa dia begitu, dengan santainya dia jawab, "ah common, i have no idea to write it on my own"
WTF
mau mencak-mencak udah habis tenaga. apa maunya nih anak. mau bikin berdua kena pasal mencontek bersama dan ditendang bersama-sama pula?!
beruntung karena belum dia kirim tugas itu sebagai final work. dan taulah, selanjutnya saya langsung pasang aksi mogok bicara. gondok.