Selasa, 25 Desember 2007

yang ini terdengar membela diri

jujur deh, diantara tementemen kuliah rasanya saya mahasiswi paling gaptek sedunia apalagi sama segala software yang berhubungan sama perkuliahan. sebut aja, autocad, 3Dmax, coreldraw, photoshop, sketchup dan lainlain, dan lainlain. autocad baru saya pelajari pas kerja praktek di bali itupun karena jadi salah satu syarat kerja praktek. corel dan photoshop juga baru saya sentuh garagara tugas presentasi yang harus artistik itupun karena awalnya saya cubacuba retouch foto pake kedua software itu. sketchup baru (terpaksa) saya pake waktu awal awal TA demi kepraktisan kerja, itupun dengan banyak bala bantuan dari sanasini dan tingkat improvisasi teknik yang mungkin malah lebih memakan waktu daripada kerja manual. ini lagi, 3Dmax, padahal waktu kerja praktek saya sempet bisa cuma karena saya frigid-in dalam waktu yang cukup lama, kemampuan saya (yang waktu itu juga paspasan) menurun tajam.

saya biasa kerja manual- kecuali untuk gambar kerja yang bakal lebih presisi kalo pake autocad- karena saya emang suka bekerja pure pake tangan. rasanya puas ngikutin proses gambar dari bikin sketsa, nebelin outline, mulai ngewarna dasar, finishing touch, finishing touch2 sampe hasil akhir. terdengar primitif sih, tapi saya nikmatin banget metoda itu. banyak jalan menuju roma, dan saya juga yakin Tuhan ga akan menghukum hambanya garagara dia gabisa mengoperasikan suatu software tertentu. harus saya akui, dalam dunia kerja dimana semua orang berusaha menghargai efisiensi dan kepraktisan tentu akan lebih mudah bagi para designer apabila bisa menguasai sotfware yang mendukung bidang keilmuannya.
itu cuma masalah teknik, bisa dilatih, bisa menjadi bisa karena terbiasa (saya lagi membesarkan hati lho ini) bagaimanapun juga otak dari seorang desainer tidak berarti terrepresentasi melalui kemampuan teknisnya (saja) tapi juga dalam kemampuannya menganalisa problem kemudian mengatasi masalah tersebut dengan desain.

saya kemarin ini sempet keukeuh pgn mengganti semua porto (yang manual) dengan 3Dmax untuk jadi portfolio sebagai syarat aplikasi sekolah master di jerman. pokoknya harus, mau tak mau. setelah dipikirpikir, daripada maksa dan melampaui kapasitas saya (karena ada deadline aplikasi, yuhuu...!! dan saya ga mungkin berkutat dgn 3Dmax sementara udah deket tenggatnya. dan lagipula siapa bilang hasil 3Dmax saya canggih lunar binasa?) dengan urusan lain yang engga tercover. jadi, saya benerbener akan apa adanya, yang saya benerin justru kerjaan manualnya, kaya perspektif. yang jelas, saya berusaha bekerja seoptimal mungkin menggunakan bahan yang ada tanpa mengada-ada.

jadi, selamat datang cat airrrrrrrrr!!!! (beneran primitif ya??)

Jumat, 21 Desember 2007

what??!

oke, ini udah mau tutup taun aja... dan saya belum berprogres banyak untuk persiapan sekolah S2 kejerman. lalalalala...

stess...?
bisa dibilang begitu

Selasa, 18 Desember 2007

saya ingin...

setelah 4 taun kuliah ngas nges ngos di cap gajah, saya jadi menarik suatu kesimpulan atas studi yang saya ambil, dan memahami maknanya sedikit demi sedikit membantu saya memperjelas peran yang ingin saya isi.

buat saya, desain adalah spirit yang menggetarkan saya sebagai pribadi, karena desain berarti kreasi sebuah nilai baru yang memimpin ke sebuah masa depan yang juga baru. mendesain menurut saya haruslah mampu melampaui ekspresi pribadi, tidak hanya merefleksikan sesuatu yang trendi, tidak juga berupa pameran dari kegiatan teknisi.

jadilah disini saya sekarang, mencoba berperan untuk berkarya dan berani menampilkan sebuah karakter diri yang mencerminkan budaya bangsa saya juga melalui perenungan yang sangat dalam akan esensi desain. sebuah desain yang mudah dimengerti dan bernilai tinggi akan mampu menggerakkan hati setiap orang.

saya ingin...