Minggu, 31 Agustus 2008

jangan dihitung, mumum...

ini mimpi saya, sama seperti dia --hanya datangnya lebih dulu. jadi ketika saya mendapatkan kesempatan untuk menjalaninya, ga pake pikir panjang lagi. karena inilah yang saya inginkan. waktunya tinggal sebulan lagi sampai hari keberangkatan...

jangan dihitung...

saya tidak pernah takut tentang apa yang akan saya hadapi nanti, yang saya cemaskan adalah mengenai hal hal yang akan saya lewatkan disini. tentang dia. malam ini sebelum pulang, saya menangis lagi didepannya. 

sebulan lagi, pupu...

dia ga pernah keliatan resah. tenang sekali. hanya tersenyum sesekali, mencium kening saya berkali-kali. bicaranya tidak banyak, tidak mengumbar janji, tidak meminta saya berhenti menangis juga. 

lima tahun bukan waktu yang sebentar...

jangan dihitung...

saya sesenggukan. takut, takut saya memilikinya sampai disini saja. lalu dia berlalu, lalu saya berlalu. 

ya, pupu?

mumum..mumum...jangan menghitung waktunya, ketika mum tersadar, pupu sudah akan ada lagi bersama mumum.

Senin, 25 Agustus 2008

hari ini betmut

hari ini betmut, beneran!

Kamis, 14 Agustus 2008

masih berlanjut

hyaaah...sudah pertengahan bulan agustus lagi, sudah bulan ke delapan dalam setaun ini. dan, yah...saya sudah nambah umur lagi kemaren. tengah malemnya saya dapet sms dari si pupu dan telepon yang jadi miskol karena saya ga kebangun. saya juga dapet sms dari beberapa sahabat yang inget, sisanya mungkin lupa atau sedang tidak ada pulsa. seisi rumah mendadak lupa kalo hari itu saya ulang tahun. saya sih santai saja, tidak merasa hidup tidak adil dan tidak menggerutu karena kealpaan mereka. santai saja. dikantor, atasan saya memberi ucapan selamat (dipikir2 kenapa berkurangnya jatah usia seseorang harus diselamati ya? hush, partner saya bilang cara berpikir saya sangat ketus--bukan sayang, ini namanya kritis) dibarengi oleh anak anak KP yang mencuri dengar serta kesadaran untuk meramaikan suasana, lumayan ngantri cipika cipiki pipi saya berarti menyingkir sementara dari depan komputer (dapan kerjaan) momen itu memberikan mereka keleluasaan yang sederhana. mereka bertanya-tanya "yang keberapa mot? 21?" hahahaha, beberapa menerka nerka setahun lebih tua, beberapa menerka setahun lebih muda. saya ga jawab. saya 17 tahun, cukup saya yang tau (hahaha, ngaco) 

lalu, lalu, saya ngapain tanggal 13 agustus itu? kerja seperti biasa, ketemu si partner sorenya,nonton tv kabel sampe tengah malem. sempat kekamar mandi, lalu saya wudhu, untuk ketemu Tuhan.