Minggu, 11 Mei 2008

i got sunshine

kemalangan yang dibagi itu akan menjadi setengah, kebahagiaan yang dibagi itu akan menjadi berlipat.

entah kapan saya jadi percaya hal itu. itulah yang bikin saya ga bisa hidup sendiri di dunia ini. jadi pemikiran saya dulu, kalo sendiri itu baik buat saya ternyata salah total. total jendral.

dan entah sejak kapan saya mulai percaya kalo saya bisa mempercayai seseorang. 

dulu kalo si partner nanya "kamu bahagia mum?" saya masih ditahan jeda buat menjawab, bahkan pake mikir mikir dulu, menimbangnimbang hal apa yang sebenarnya bikin saya bahagia. kadang kalo jawab "iya" juga pake nelen ludah segala karena ga yakin sama apa yang saya jawab.

sebenernya cukup sederhana, kita hanya perlu membaginya. tidak menyimpannya untuk sendiri. untuk itu, harus dimulai dari mempercayai. 

padahal perihal mempercayai adalah masalah utama saya, sesungguhnya. butuh usaha ekstra buat seseorang untuk bisa meyakinkan saya bahwa dia bisa dipercaya, dan butuh usaha ekstra juga dari saya untuk bisa membungkam si "kotak ocehan" (baca fulfill the life fullest, blog saya yang satunya) yang isinya pikiran jahat semua. 

hal luar biasa dari manusia adalah kemampuannya berinteraksi. dan ga berlebihan kalo saya menyatakan bahwa saling menyayangi adalah jenis interaksi yang paling indah di dunia ini. karena itulah, akhir akhir ini saya jadi lebih sering bilang "terimakasih" daripada "maaf" lebih sering bilang "mu sayang pu" ketimbang "aku sebel sama kamu" .
melepaskan diri dari prasangka adalah langkah awal buat saya, membuat saya dapat melihat sekeliling dengan positif dan optimis. 

sekarang tanpa perlu ditanya lagi si partner, saya bakal bilang "mu bahagia, pu".


Tidak ada komentar: